Kamu tau? Aku diam diam memperhatikan semua tentang mu, tentang kebahagiaan mu itu semua aku tau, dari kejauhan aku selalu memperhatikanmu. Dari ujung jalan di perempatan, dari jendela di kelasmu, bahkan dari sosial media mu yang tak pernah luput dari perhatian ku.
Semua penampilan mu yang semakin hari berubah semakin menunjukkan hari yang sudah dilalui begitu cepat, kamu jadi mahir berdandan hihi. Meski agak terlihat jadi lebih tua menurutku, dengan goresan pensil di alis mu, dan kacamata itu kini sudah tak lagi kamu pakai. Maaf yah aku tak bermaksud menyakiti mu atas perkataanku ini. Aku hanya berkata jujur atas apa yang kurasa, begitu juga dengan rasa ini yang tak kunjung berubah meski sudah banyak hal yang berubah.
Kamu masih ingat dengan Sepasang ikan hiu yang kita tangkap bersama di samudera Atlantik? Atau dengan beruang kutub yang ku tangkap dari kutub Utara yang selalu jadi teman berkelahi saat kamu sedang datang bulan, kamu ingat? Jika kamu tak ingat itu hal yang wajar tapi kamu jangan pernah lupa yaa, cuci tangan yang bersih kalau selesai makan dengan sambal terasi buatan ibu. Hobimu yang suka mengelus rambut dan mencubit hidungku, bau terasi dan juga hidung menjadi panas, terkadang juga mengenai mata.
Aku tak pernah marah karena kamu itu cengeng dan kalau sudah menangis, basah bajuku karena semua ingus mu itu. Aku bersedia menyimpan semua ingatan itu jika kamu merasa tak ingin menyimpan atau ingin membuangnya, sekalipun dibuang terkadang aku pun memungut nya.